Perawatan Benih secara Biologis

Perlindungan benih – Jumlah permintaan perawatan benih secara biologis semakin meningkat. Hal ini akan menjamin hasil panen dan juga kualitas dengan meminimalkan kehilangan hasil panen.

Perawatan tanaman secara biologis ini dibagi menjadi beberapa macam produk yang dilindungi seperti serealia, cedomon, dan cedress yang memiliki efek yang jelas terhadap hama atau penyakit dan biostimulan yang meningkatkan ketangguhan tanaman terhadap stres biologis seperti banjir, salinitas, dan memperbaiki asupan nutrisi tanaman.

Apa itu perawatan benih biologis?

Perawatan benih biologis terdiri atas penggunaan bahan aktif yang termasuk mikroba seperti fungi dan bakteri dan juga ekstrak tanaman dan alga.

Substansi biologis yang diaplikasikan terhadap benih dalam bentuk bubuk atau liquid. Perlindungan benih dengan cara perawatan biologis ini juga menggunakan bantuan lapisan penutup yang menutupi seluruh bagian benih.

Perawatan benih dengan cara biologis ini membantu benih mencukupi kebutuhannya kapanpun melalui bahan-bahan aktif yang digunakan untuk menyelimuti benih.

Manfaat perawatan benih biologis

Perlindungan benih dengan memanfaatkan cara biologis (seed protection) memberikan beberapa keuntungan terhadap benih dan juga hasil pertanian.

Manfaat yang diperoleh antara lain seperti pertumbuhan, ketangguhan tanaman terhadap stres abiotik, perkembangan sistem perakaran, dan produktivitas tanaman. Berikut ini adalah sekilas mengenai dampak positif dari mikroba bergantung pada jenis organismenya:

  • Perawatan benih biologis bertindak sebagai biostimulan yang menghasilkan tanaman yang kuat dan tumbuh dengan lebih baik.
  • Perawatan benih biologis menambah hasil panen tanaman sekaligus membantu tanaman untuk menghadapi patogen tanaman dan meminimalkan stres biotik.
  • Pertumbuhan tanaman memicu koloni mikroorganisme akar dan melindungi tanaman selama musim pertumbuhan.
  • Perawatan benih meningkatkan kemampuan penyerapan nutrisi tanaman pada sistem perakarannya dan meningkatkan suplai nutrisi.
  • Pertumbuhan akar dan tunas yang meningkat menunjukkan adanya laju pertumbuhan di awal yang telah optimal bersamaan juga dengan adanya peningkatan hasil panen.
  • Perawatan benih secara biologis mereduksi penggunaan bahan agrokimia yang dapat mengurangi dampak terhadap lingkungan dan paparan tanah terhadap bahan kimia menjadi berkurang.

Tantangan perawatan benih secara biologis

Perlindungan benih dengan menggunakan perawatan secara biologis memiliki tantangan tersendiri seperti kecilnya investasi yang dihasilkan akibat adanya ketidak konsistenan.

Permasalahan yang paling sering terjadi muncul selama penggunaan produk termasuk pengeringan dan kondisi lingkungan yang menghambat pertumbuhan.

Keberhasilan inokulan terhadap satu tanaman tidak berhasil secara efektif terhadap tanaman lainnya. Misalnya, Trichoderma lebih efektif dalam peningkatan hasil panen tanaman tomat daripada timun. Pemilihan hanya satu atau dua jenis mikroba saja tidak seefektif dengan dibandingkan menggunakan seluruh komunitas.

Namun, keefektifan terkadang dapat ditingkatkan dengan menggunakan kombinasi mikroba dengan beberapa kebutuhan pertumbuhannya. Misalnya, fungi dapat dikombinasikan dengan PGPR.

Jenis tanaman yang menggunakan perawatan biologis

Perlindungan benih dengan cara biologis dilakukan untuk beberapa jenis tanaman yang sudah populer di pasaran seperti:

  • Jagung
  • Gandum
  • Kacang kedelai
  • Kapas
  • Bunga matahari
  • Tanaman sayuran
  • Tanaman lain (penanaman, buah, pulse, serealia dan minyak biji, gambut, pakan ternak, dan tanaman hias).

Segmentasi pasar perawatan benih secara biologis

Perlindungan benih dengan metode biologis memiliki segmentasi pasar yang akan memudahkan Anda untuk menentukan tujuan perawatan yang Anda butuhkan.

Peningkatan jumlah benih

Jika Anda mengharapkan perawatan benih secara biologis untuk bisa meningkatkan jumlah benih yang dihasilkan, maka perawatan dapat dilakukan dengan menggunakan biofertilizer dan biostimulan.

Perlindungan benih

Jika Anda mengharapkan atau bertujuan untuk memberikan perlindungan benih melalui perawatan biologis, maka perawatan biologis dapat dilakukan dengan menggunakan bioinsektisida, biofungisida, dan bahan lainnya seperti bionematisida.

Segmentasi market

Perlindungan benih dengan cara perawatan biologis telah populer digunakan di industri pertanian di seluruh negara. Berikut ini adalah segmentasi pasar dari perawatan benih secara biologis.

  • Amerika Utara
  • Eropa
  • Asia Pasifik
  • Amerika Selatan